BANJARMASIN – Dalam rangka peringatan Hari Peduli Sampah
Nasional (HPSN) 2026, Pemerintah Kota Banjarmasin resmi meluncurkan program
Agen 3R (Reduce, Reuse, Recycle), Rabu (18/02) sore, di Aula Kayuh Baimbai.
Kegiatan yang digagas Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Banjarmasin ini
dihadiri seluruh camat dan lurah se-Kota Banjarmasin, perwakilan RT, perwakilan
Agen 3R, serta kader Rumah Pilah.
Launching secara resmi dilakukan Wali Kota H. M. Yamin HR.
Dalam sambutannya, ia terlebih dahulu menyampaikan ucapan selamat menunaikan
ibadah puasa 2026 serta permohonan maaf kepada seluruh hadirin.
Wali Kota menegaskan bahwa tema kolaborasi untuk Indonesia
asri sangat relevan dengan Banjarmasin yang dikenal sebagai Kota Seribu Sungai.
Menurutnya, peluncuran 1.582 Agen 3R se-Kota Banjarmasin ini merupakan langkah
strategis sebagai gerakan perubahan di tengah masyarakat.
“Launching ini bukan sekadar seremoni, tetapi pergerakan
perubahan di tengah masyarakat kita. Kebersihan bukan hanya tanggung jawab
pemerintah, kuncinya adalah kolaborasi,” ujarnya.
Ia berharap para agen yang telah dikukuhkan dapat
menjalankan amanah dengan baik serta menjadi pelopor di lingkungan
masing-masing. Wali Kota juga menekankan pentingnya sosialisasi pengurangan
penggunaan sampah plastik, pemilahan, dan pengolahan sampah dari rumah tangga.
“Sebanyak 1.582 Agen 3R di Kota Banjarmasin harus didukung
seluruh stakeholder terkait. Tantangan terbesar kita adalah mengubah kebiasaan
masyarakat, terutama yang tinggal di tepian sungai. Agen 3R, Rumah Pilah, dan
bank sampah menjadi fokus DLH agar dapat bekerja maksimal,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Tata Lingkungan DLH Kota
Banjarmasin, Dwi Nanik, menyampaikan bahwa program tersebut terinspirasi dari
sistem pengelolaan sampah di Jepang. Ia menjelaskan bahwa sekitar 50 persen
sampah di Banjarmasin merupakan sampah organik.
“Di Jepang, sampah organik tidak lagi masuk ke truk
pengangkut karena diselesaikan di tingkat rumah tangga.,” jelasnya.
Ia menambahkan, upaya bersama diperlukan untuk mengurangi
setidaknya 50 persen sampah yang masuk ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA).
Terlebih, pada 2027 mendatang Pemerintah Provinsi berencana tidak lagi menerima
sampah dari Banjarmasin, sehingga diperlukan solusi konkret sejak sekarang.
“Kalau masyarakat tidak mau berubah, kita akan menghadapi
persoalan yang sama terus-menerus. Karena itu, mari kita pecahkan bersama,”
pungkasnya.
Melalui launching Agen 3R ini, Pemerintah Kota Banjarmasin
berharap kesadaran masyarakat terhadap pengelolaan sampah semakin meningkat,
sekaligus mewujudkan kota yang bersih, sehat, dan berkelanjutan.
(Prokom-Bjm/Bem-Zul)
Posting Komentar